Saturday, June 25, 2011

Cara Membuat Merpati Giring/Ngerat Cara 3

cara gue sih kaya gini : 
- pertama,cariin merpati betina yg cocok ma merpati jantan yg kamu punya
- kedua,pada hari minngu masukin ke kandang dua-duanya,siangnya kasi makan dan mandikan dan jemur
- ketiga,hari kamis tes dah,, udah bisa dilatih apa belom...!!
 


Salam MErpati Se Indonesia

Friday, June 24, 2011

cara memasang ring pada merpati balap

Ring merupakan tanda permanen yang memiliki nomor cincin yang mendeskripsikan atau berfungsi sebagai identifikasi dan membuktikan burung yang sebenarnya ada dalam sebuah silsilah.
Dalam mengembangbiakan merpati pos perlu adanya tanda pengenal khusus untuk membedakan burung satu dan lainnya yaitu dengan pemasangan ring.
Dalam sebuah perkumpulan biasanya juga dibutuhkan tanda pengenal ring ini sebagai syarat sebuah lomba.
Ring ini dipasang secara permanen dan dipasang ketika merpati pos masih piyik.
Gambar dibawah ini menunjukan cara pemasangan



Di Indonesia POMSI mengeluarkan cincin standard untuk semua klub, disamping klub atau secara pribadi juga ada yang membuat cincin.

Perlu diketahui cincin POMSI 2011 bewarna kuning

Wednesday, June 22, 2011

membuat merpati giring atau ngeket cara 2

entah apa nama dalam bahasa indonesianya tapi di dearah saya namanya keket

sebel jika merpati tidak juga "keket" (nempel pada cwnya), jika itu terjadi cobalah cara-cara ini:

- beri makan dan minum yang cukup (pagi dan sore)

- siapkan kardus bekas atau telebuk (tenpat yang terbuat dari bambu), di jemur sampai hangat

- yang paling penting ya harus punya merpatinya, kita harus tahu dulu apakah merpati kita adalah jenis yang bisa di "keketkan" atau tidak, tapi jika tidak tahu di coba aja dulu

- nah, pertama kita mandikan merpati kita dan jemur sekitar jam 8-10 dan jemur selama 1-2 jam atau sampai kering, sambil di beri makan dan minum, usahakan di jemur dalam kandang yang agak besar
- berikan kencur yang di potong sebesar biji jagung secukupnya, setelah di jemur dan di beri kencur masukan kedalam kardus atau "telebuk", biarkan di empat yang sejuk dan gelap

- pada sore hari keluarkan beri makan dan minum juga tidak lupa kencur

- setelah itu masukan lagi

- ulangi setiap hari (tanpa di mandikan hanya di jemur)
- tunggu sampai 3-4 hari coba lihat apakah suda keket apa belum, kalau belum terus 

membuat Merpati balap giring/ngarat

Tadi siang saya membeli lagi sepasang merpati balap yang sudah bertelur 2 dan besok sudah mulai mengeram. Jadi minggu depan sudah mulai lagi bisa di train. Saya lebih suka membeli merpati yang sudah setengah jadi daripada harus menernakan sendiri. Karena kalau kita ternak sendiri terlalu lama piyikanya untuk mulai bisa di train, dan kadang hasilnya pun juga tidak sesuai dengan harapan kita.

Lebih baik membeli saja yang sudah setengah jadi walaupun belum pernah juara tapi kita sudah tahu sedikit kualitas terbangnya dan kita tinggal melatihnya lagi dengan lebih keras. Dalam membeli merpati balap setengah jadi ini sebaiknya yang masih berumur sekitar satu tahun an, karena kalau terlalu muda masih cukup lama untuk dapat kita turunkan dalam lomba.

Saya akan selalu mem-postingkan perkembangan merpati balap saya ini setiap hari. Mudah-mudahan kelak akan dapat juga menjadi jawara walaupun dalam kelas lokalan. Hari ini adalah mulai mengeram jadi mulai nge train lagi baru minggu depan.

Mungkin banyak dari pembaca yang senang merpati tapi belum begitu tahu bagaimana membuat merpati dengan kualitas giring atau ngarat yang baik. Ok, akan saya jelaskan caranya, misalkan kita awali saja dari mulai bertelur seperti merpati baru saya ini:
  1. Hari pertama (minggu) mulai bertelur misalkan Minggu sore.
  2. Hari ke dua (senin) merpati dilepas semua, sore nya tidak bertelur.
  3. Hari keti ga (selasa) pagi tetap dilepas dan sore harinya betina akan bertelur lagi.
  4. Hari ke empat(rabu) Tetap massih dilepas semua, hari pertama mengeram
  5. Hari Ke lima (kamis) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  6. Hari ke enam (jumat) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  7. Hari ke tujuh (sabtu) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  8. Hari ke delapan (minggu) Biarkan saja pagi mengerami telur nya dan sore hari telurnya dibuang.
  9. Hari ke sembilan (Senin) pagi hari keduanya dimandikan dan dilepaskan semua.
  10. Hari kesepuluh (selasa) Biarkan tetap terlepas semua dan sorenya yang jantan diberi jamu.
  11. Hari ke sebelas (Rabu) tetap biarkan lepas semua bersama betinanya.
  12. Hari ke dua belas (kamis) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari pertama.
  13. Hari ke tiga belas (Jumat) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari kedua.
  14. Hari ke empat belas (sabtu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke tiga.
  15. Hari ke lima belas (minggu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke empat. Pada hari minggu malam biasanya betina sudah bertelur lagi. Selanjutnya perawatanya berulang lagi seperti mulai hari pertama atau langkah pertama di atas.

memilih merpati balap lewat bentuk fisiknya

Sebelumnya perlu dipahami dulu bahwa anatomi (kita sebut saja onderdil) merpati hanya salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kinerja merpati seperti yang telah dibahas sebelumnya. Selain itu, banyak yang berpendapat bahwa onderdil merupakan "keunikan" dari setiap strain merpati. Ini artinya kita tidak bisa membuat suatu generalisasi yg berlaku umum bahwa onderdil yang bagus adalah bla..bla..bla. Sebagai contoh , iris mata strain Janssen pada umumnya lemah dan kurang bagus, tetapi ternyata iris yg kurang bagus ini bukan kelemahan untuk strain Janssen. Ada strain tertentu yg juga punya pupil tidak bulat, tetapi sedikit lonjong. Tapi ternyata pupil yg tidak bulat tersebut bukan kelemahan dari strain tersebut. Oleh karenanya, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa suatu burung jelek karena ada salah satu onderdilnya tidak memenuhi standard yang umum berlaku. Kita perlu melihat onderdil merpati secara menyeluruh.




Berikut ini saya sarikan ciri-ciri merpati yang baik menurut Joseph Rotondo. Bagi yang punya buku "Rotondo on Racing Pigeon" bisa dilihat di chapter 4 yang berjudul "selection of Superior Birds". Saya pribadi, tidak sepenuhnya sependapat dengan apa yang ditulis oleh Rotondo, tetapi silahkan dikaji sendiri.



1. Daging.......Dagingan yg dianggap baik adalah yg lembut dan fleksibel seperti balon yang ditiup. Dagingan yang seperti ini mengindikasikan bahwa burung tersebut memunyai "air sacs" (kantong udara) yang bagus. Air sacs berada di seluruh badan burung, tapi yang terpenting adalah pada bagian dada. Kalau kita pegang pada dada dengan jari, maka akan terasa seperti mainan anak-anak yg terbuat dari karet (kenyal).

Dengan adanya air sacs yg baik maka cadangan oksigen dalam tubuh cukup banyak dan akan membuat merpati mampu terbang lebih jauh. Sebaliknya, dagingan yang keras menunjukan bahwa burung tersebut air sacs-nya kurang bagus dan cepat kehabisan nafas.



2. Ukuran Badan.......Sudah pernah disinggung oleh Om Henry, bahwa burung long distance sebaiknya tidak terlalu besar dan kalau dipegang terasa ringan dan burung type sprinter lebih berotot. Sebenarnya sprinter bisa saja ukuran kecil atau sedang, tetapi bila angin cukup keras, ukuran badan yg lebih besar lebih menguntungkan bagi sprinter.



3 Tulang Dada...... Tulang dada (keel) bisa dilihat dengan menyibakkan bulu yg ada di dada. Untuk burung type sprinter, tulang dadanya lebih tipis. Untuk menentukan tebal-tipisnya tulang dada, bisa dilakukan dengan membandingkan tulang dada sprinter dan long distance. Dari situ, lama-lama kita akan dapat membedakan tulang dada yang tebal dan yang tipis.



4. Capit Udang.......Burung type sprinter capit udangnya lebih lebar dibandingkan dengan long distance. Untuk belajar membedakan kerenggangan capit udang juga bisa dilakukan dengan sering membandingkan capit udang sprinter dan long distance. jarak (ruang) antara ujung tulang dada bagian belakang dengan capit udang pada burung type sprinter lebih sempit dibandingkan dengan type long distance (jaraknya sekitar 2 jari). Burung type long distance memerlukan rongga yang lebih besar karena burung yang menempuh jarak jauh beberapa organ bagian dalam akan membesar sehingga diperlukan ruang yg lebih besar agar bisa mengakomodir organ tubuh yang membesar.



5. Pinggang.......Banyak pemain merpati yang tidak bida membedakan pinggang yang baik dan yang jelek. Pinggang yang baik adalah yang rata dan padat (flat and solid). Untuk mengetahui pinggang, bisa menggunakan jempol lalu sedikit ditekan dan diurut dari depan hingga tulang ekor. Tulang dada harus rata dan tidak boleh bergelombang. Kalau jempol kita urut terus sampai ke tulang ekor, maka tidak boleh ada celah yang curam ("njeglong"), tetapi sebaiknya lurus atau sedikit melengkung dibagian belakang pinggang. Untuk jenis sprinter, sebaiknya antara pinggang dan tulang ekor sebaiknya rata (seperti nyambung).

Untuk long distance, semakin besar (lebar) pinggangnya, semakin baik.



6. Sayap....... Untuk jenis sprinter, sayap lebih pendek dari jenis long distance. Untuk burung yang berwana tritis atau megan ujung sayap tidak boleh menyentuh garis hitam pada ujung ekor (catatan: pada burung warna megan atau tritis, ekor bagian ujung berwana hitam dan bagian depan berwana megan/biru telor asin). Jarak antara ujung sayap pada saat burung posisi berdiri kira-kira 1/2 inchi dari garis hitam pada ekor burung warna tritis atau megan. Tapi kalau jaraknya lebih dari 1/2 inchi juga tidak bagus.

Bulu saya lebar dan rapat (closed wing) dan tidak perlu ada "step up" antara bulu primer dan bulu sekunder. Semakin lebar bulu sayap cocok untuk kecepatan burung jenis sprinter .Alasannya, bulu sayap yang lebar dan pendek memungkinkan burung mengepak lebih cepat. Untuk jenis long distance, lar lebih sempit dibandingkan sprinter. Selain itu, untuk long distance perlu ada step-up antara bulu primer dan sekunder.

Bulu dibawah sayap sekunder harus tebal dan rapat sehingga angin tidak "mbrobos". Bulu sekunder yang panjang akan memberi keuntungan untuk burung terbang tinggi (passive lift).



7. Otot.......Otot sayap (pectoral) yang berada di bawah sayap sangat penting. Untuk burung jenis sprinter otot yang tebal (bulge). Untuk mendeteksi kualitas otot bisa diraba dengan jari dan untuk burung yang sudag terlatih akan terasa gumpalan otot yang keras.



8. Kepala dan Hidung.... Jenis sprinter, kepala dan hidung pada umumnya lebih kecil. Warna hidung harus putih bersih seperti kapur. Burung yg hidungnya pecah atau tidak putih mulus menandakan kesehatan yang kurang baik. Sementara bentuk kepala tidak penting. Yang lebih penting adalah ISI-nya. Burung sprinter cenderung lebih nervous dari pada long distance. Karananya kalau dipegang akan berontak.



9. Tulang Dada....Tulang dada burung long distance harus tebal dan kuat. Semakin tebal semakin baik karena ketebalan tulang dada mencerminkan kekuatan. Antara ujung belakang tulang dada dan capit udang harus ada ruang yang cukup luas. Ruang ini tempat organ bagian dalam seperti pangkreas yang akan mengembang bila burung terbang jauh.



10. Balance..... Yang dimaksud balance adalah perbandingan yang ideal antara panjang, tinggi dan lebar burung. Burung dikatakan balance apabila panjang dari tulang dada bagian depan sampai ujung sayap sama dengan panjang dari kaki sampai ujung kepala (burung dalam posisi berdiri). Kriteria lain dari burung yang balance adalah jarak tulang dari ujung depan tulang dada sampai kepala sama dengan jarak kedua pundak (wing butts). Dengan demikian burung yang leher dan kakinya terlalu panjang tidak ideal. (catatan: Saya masih agak sulit membayangkan bagai mana mengukur jarak antar pundak: apakah ditarik garis luris imaginer atau melengkung liwat pundak). Kalau cara mengukur jarak pundak pakai garis lurus, maka dada burung akan sangat lebar.



11. Kaki....... Pada saat burung terbang maka jempol kaki akan nyantol di ujung bulu ekor bagian dalam (pangkal ekor) agar tidak lelah saat terbang. Apabila kaki terlalu panjang maka, jempol kaki akan melewati pangkal bulu ekor. Jadi kaki yang terlalu panjang tidak bagus.



12. Bulu Dada..... Semakin tebal bulu dada semakin baik, terutama untuk burung long distance.

Warna Mata Yang Bagus Untuk Merpati Balap

Warna mata
Pada dasarnya semua burung hampir semua burung dianugrahi ketajaman mata yang benar-benar hebat, bayangkan dari ketinggian 1000 atau 1500 meter masih bisa saja melihat kepakan sayap betinanya. Mata seekor burung merpati sangat sulit dikatakan rabun atau tidak jika dilihat dari fisiknya. Dalam berbagai hal mungkin pengalaman setiap orang yang pernah berkecimpung dalam dunia merpati bisa dan sangat mungkin untuk berbeda-beda. Tetapi dengan berbagai pengalaman bahwa mata burung merpati dikatakan baik jika:
Lingkaran/bulatan hitam bagian tengah tidak buyar atau melebar kebagian luarnya dan jika dilihat lebih dalam dan lebih teliti lagi tidak terlihat bercak putih. Akan terlihat mengecil saat mendekati betinanya.
Warna mata bagian lingkaran luar terlihat bersih.
Saat seekor burung merpati sedang dipegang atau dijemur, terlihat mata dan kepalanya melirik ke atas karena mungkin melihat burung lain yang sedang terbang. Maka anda akan bisa memastikan bahwa mata dari burung merpati anda dalam keadaan baik.

Sifat dari setiap warna lingkaran luar dari mata burung merpati:
1. Kuning:
Burung tersebut gampang dilatih tetapi mudah hilang.
Gampang dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja.
2. Merah asem: 
Burung tersebut agak susah dijodohkan tetapi, anda akan puas karena burung merpati dengan mata merah asem sangat mudah dilatih dan tidak mudah nyasar alias anda akan lama memiliki burung ini.
Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
Untuk burung tinggi jangan diterbangkan terlalu sore karena burung dengan mata ini bisa-bisa tidak pulang, tetapi jangan khawatir biasanya besoknya pulang.
3. Putih atau di Bandung terkenal dengan mata air:
Cocok untuk diterbangkan sore hari.
Tetapi tetap bukan semata-mata mata air, burung dengan jenis mata ini bisa diterbangkan pagi, siang, sore.
4. Kanan kiri berlainan warna:
Burung tersebut mudah untuk dijodohkan dan tetapi dengan betina dengan warna bulu tidak tunggal.
Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
5. Hitam:
Lebih baik anda tidak memiliki burung dengan jenis mata warna hitam. Saya tidak pernah melihat burung merpati jago dasar atau tinggian dengan warna mata hitam (konot).
6. Kuning dengan lingkaran bagian luar warna merah:
Burung tersebut mudah dijodohkan dengan warna bulu betina apa saja.
Penglihatannya lebih tajam. Warna mata seperti ini banyak dimiliki oleh burung merpati aduan baik tinggi atau merpati balap / dasar.
Tidak tahan terhadap jam terbang berlebihan. Mata seperti ini cocok diterbangkan pagi, siang, sore tetapi jangan berlebihan. Cukup 2-3 kali pagi dan sore atau pagi dan siang.