Friday, August 30, 2013

Perbedaan Hardisk IDE, Hardisk ATA, Hardisk SATA, Dan Hardisk SSD

Secara Garis besar HDD dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu IDE, ATA, dan SATA. Berikut adalah perbedaan dari ketiga tipe HDD diatas (Anonymous, 2012).
1. Hardisk IDE
IDE (Integrated Drive Electronics) merupakan standar interface antara bus data motherboard komputer dengan disk storage. IDE interface di buat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16-bit bus. Interface dari IDE adalah interface untuk storage devices yang dapat teringrasi untuk disk atau CD-ROM drive. Walaupun IDE merupakan teknologi yang umum, kebanyakan orang menggunakan istilah IDE untuk merujuk pada spesifikasi ATA. Sedangkan AHCI (Advance Host Controller Interface) merupakan mekanisme hardware yang membolehkan software untuk berkomunikasi dengan SATA seperti host bus adapter yang didesain untuk hot-plugin dan native command queuing (NCQ) yang dapat menaikan kemampuan komputer/sistem/hard disk terutama dalam lingkungan multi tasking dengan cara membolehkan drive untuk menjalankan perintah baca tulis yang dikirim secara acak dengan tujuan untuk optimalisasi perpindahan head pada proses pembacaan. AHCI telah di dukung oleh berbagai sistem operasi seperti Windows Vista dan Linux kernel 2.6.19. Berikut adalah contoh gambar harddisk IDE.
2. Hardisk  ATA
Kebanyakan type drive yang digunakan oleh para pengguna komputer adalah tipe ATA (dikenal dengan IDE drive). Tipe ATA di buat berdasarkan standart tahun 1986 dengan menggunakan 16 bit paralel dan terus berkembang dengan penambahan kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standart terakhir adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13(komite yang bertanggung jawab menentukan standart ATA). Tipe ATA-7 memiliki data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000 ditentukan standar untuk paralel ATA yang memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, tapi paralel ATA terdapat banyak masalah hal singnal timin, EMI (electromognetic interference) dan intergitas data. Kemudian para industri berusaha menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA). ATA (Advanced Technology Attachment) menggunakan 16 bit paralel digunakan untuk mengontrol peralatan komputer, dan telah di pakai selama 18 tahun lebih sebagai standar. Perbedaan SATA dan ATA yang paling mudah adalah kabel data dan power yang berbeda. Standar ATA, seperti 200GB Western Digital Model, mempunyai dua inch kabel ribbon dengan 40 pin koneksi data dan membutuhkan 5V untuk setiap pin dari 4 pin connection. Sedangkan SATA seperti 120 GB western Digital Model mempunyai lebar setengah inci, 7 connector data connection sehingga lebih tipis dan mudah untuk mengatur kebel datanya. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci. Gambar 2.1 Berikut adalah contoh gambar Harddisk ATA.

3. Hardisk  SATA
SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec. Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hot-swap sehingga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer. Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA. Jadi SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Saat ini standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA. (Inspirated from Dukom). Gambar 2.2 dibawah ini adalah contoh salah satu harddisk SATA.

4.Hardisk SSD
Seperti yang kita ketahui bahwa Harddisk yang selama ini kita gunakan sebagai media penyimpanan masih mempunyai bagian mekanik didalamnya, sedangkan media SSD (Solid State Disk) sudah menggunakan teknologi seperti USB Drive atau memori komputer. Jika diperhatikan bahwa media seperti USB Drive ini tidak memiliki bagian yang bergerak. Intel bekerja sama dengan pabrik asal Taiwan yaitu Kingston untuk memasarkan SSD Intel sehingga kehadiran kedua nama tersebut menjadikan pasar SSD makin bertambah. Nama yang sudah tidak asing lagi di dunia SSD adalah Sandisk, Samsung, Imation, Toshiba dan bahkan Seagate pun akan merambah juga ke pasar SSD ini. Kedepannya media penyimpanan akan lebih mengarah ke SSD karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan media penyimpanan saat ini seperti Harddisk. Gambar berikut adalah contoh gambar SSD.
Ada banyak kelebihan Solid State Drive jika dibandingkan dengan harddisk konvensional (Habibi, 2012), diantaranya adalah :
1. Waktu mulai bekerja (start-up) yang lebih cepat. Hal ini berdampak pada akses data yang lebih tinggi, keterlambatan/ penundaan membaca data (latency) yang lebih rendah dan waktu pencarian data (seek time) yang jauh lebih cepat.
2. Tidak memiliki bising/dengung (noise) mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
3. Lebih hemat daya listrik, meskipun untuk SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energi.
4. Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
5. Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika dibandingkan dengan hard-disk biasa (khususnya saat ini hingga ukuran penyimpanan 256 GB) sehingga lebih portable untuk notebook dan mobile external storage.
6. Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (Memory Transistor) membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah start-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnya tidak digunakan lagi.
Sekian Penjelasan Dari Saya ;) Wassalam :)

Video Modifikasi Hardisk PC Untuk Laptop

Langsung saja gan, yang mau Liat Video Tutorial nya Langsung Liat Di Sini :
KLIK DI SINI

Creator : Hamimrd (Kaskuser)
Sumber : Kaskus.co.id

Applikasi Terbaik Monitoring Server Open Source Edition

1.Zenoss  

Zenoss adalah aplikasi monitoring dengan lisensi open source dan comercial support dari Zenoss Inc . Aplikasi ini dapat di unduh secara gratis dan dapat di jalankan pada Platform Multi OS Distro linux dan didistribusikan dibawah GNU Public License. Aplikasi Zenos dapat digunakan untuk mengamati device komputer , Network Device (Switch,Router dll) yang sedang aktif mulai dari antarmuka, proses, service, file system, dan routing. Semua komputer yang ada dalam jaringan dapat dimonitor secara bersamaan baik yang dijalankan pada platform Windows dan Linux .Semua Aktivitas devices dapat ditampilkan dalam bentuk text maupun dalam bentuk grafik, Alett Messages dapat di kirimkan melalui email atau sms . 

Instalasi Zenos : 

Klik Di Sini

Dokumentasi : Klik Di Sini

2. Zabbix  

zabbix adalah salah satu software gratis yang digunakan untuk memonitor jaringan dan satus dari berbagai network services, servers dan network hardware lainnya. Diciptakan oleh Alexei Vladishev, software ini sudah mendukung polling dan trapping.

Keunggulan yang dimiliki oleh zabbix adalah software ini merupakan open source yang dapat dengan mudah didapatkan dan gratis. Selain itu, zabbix juga memiliki GUI yang bagus sehingga mudah dimengerti oleh penggunanya ( menyediakan visualisasi seperti map dan grafik sehingga juga memudahkan kita dalam pengaturan administrasi maupun systemnya (flexibel) ). Kita bisa memilih dengan bebas jenis dan tipe laporan yang kita inginkan, apakah per minggu atau jangka waktu lainnya. Bila kita hanya menginginkan data tanpa grafik, Zabbix juga sanggup melakukannya. Ditinjau dari segi keamanan, software yang satu ini juga mempunyai system keamanannya sendiri, seperti authentifikasi dengan IP address dan Memberikan informasi masalah dengan cepat, misalkan dengan e-mail atau sms.

Dengan semua keunggulan yang dimiliki oleh ZABBIX, software ini dapat memainkan peranan yang penting dalam memonitor infrastructure jaringan dan dapat mambantu para system administrator dalam melakukan pekerjaannya. Zabbix benar-benar tepat untuk sebuah perusahaan kecil yang memiliki beberapa server dan untuk perusahaan besar dengan banyak server. 

Instalasi Zabbix : Klik Di Sini


Dokumentasi Tentang Zabbix : Klik Di Sini

3. Cactii  

Cacti adalah salah satu software yang digunakan untuk keperluan monitoring yang banyak digunakan saat ini. Cacti menyimpan semua data/informasi yang diperlukan untuk membuat grafik dan mengumpulkannya dengan database MySQL. Untuk menjalankan Cacti, diperlukan software pendukung seperti MySQL, PHP, RRDTool, net-snmp, dan sebuah webserver yang support PHP seperti Apache atau IIS

Cacti adalah salah satu aplikasi open source yang menrupakan solusi pembuatan grafik network yang lengkap yang didesign untuk memanfaatkan kemampuan fungsi RRDTool sebagai peyimpanan data dan pembuatan grafik. Cacti menyediakan pengumpulan data yang cepat, pola grafik advanced, metoda perolehan multiple data, dan fitur pengelolaan user. Semuanya dikemas secara intuitif, sebuah interface yang mudah digunakan mudah dipahami untuk local area network hingga network yang kompleks dengan ratusan device. Dengan menggunakan cacti kita dapat memonitor trafik yang mengalir pada sebuah server. 

Cara Instalasi Cactii : Klik Di Sini


Dokumentasi Cactii : Klik Di Sini

4. Nagios 

Nagios adalah Tools network monitoring system opensource yang mudah digunakan. Nagios awalnya didesign untuk berjalan pada sistem operasi Linux, namun dapat juga berjalan dengan baik hampir disemua sistem operasi unix.
Fitur – fitur yang tersedia didalam nagios diantaranya:
Monitoring of network services (SMTP, POP3, HTTP, NNTP, PING, etc.)
Monitoring of host resources (processor load, disk usage, etc.)
Simple plugin design that allows users to easily develop their own service checks
Parallelized service checks
Ability to define network host hierarchy using “parent” hosts, allowing detection of and distinction between hosts that are down and those that are unreachable
Contact notifications when service or host problems occur and get resolved (via email, pager, or user­defined method)
Support for implementing redundant monitoring hosts
Automatic log file rotation
Ability to define event handlers to be run during service or host events for proactive problem resolution
Optional web interface for viewing current network status, notification and problem history, log file, etc. 

Cara Instalasi Nagios : Klik Di Sini


Dokumentasi Tentang Nagios : Klik Di Sini

5. Munin  

Munin merupakan aplikasi monitoring sistem atau jaringan yang enghadirkan output melalui sebuah web interface. Munin menekankan kepada kemampuan plug-and-play yang mudah. Dengan menggunakan munin, kita bisa dengan mudah memonitor performa sistem atau jaringan atau pun SAN (Storage Area Network). Pada Tutorial kali ini kita akan menginstal munin di Centos 5.2. 

Instalasi Munin : Klik Di Sini


Dokumentasi Tentang Munin : Klik Di Sini

Kelebihan, Fakta2 , Dan System Requitments Windows XP

Kelebihannya : 
1. Sistem operasi Windows XP SP3 lebih kebal virus dari pada versi SP2

SP3 mengadopsi sistem keamanan kulitas Windows Vista (NAP) yang dikenal sebagai sistem operasi teraman di dunia. NAP (Network Access Protection) adalah sebuah kebijakan teknologi yang menginspeksi komputer terlebih dahulu sebelum terhubung dengan suatu jaringan besar, kemudian juga akan mengupdate secara otomatis ataupun melakukan pengeblokan jikalau ada yang tidak memenuhi kriteria keamanan.

Keunikan lainnya adalah ketika kami mencoba meng-install SP3 di komputer yang mengandung virus, spyware dan trojan, dan ternyata SP3 otomatis menghapus semua sampah-sampah tersebut, dan menggantinya dengan yang sistem baru.

Bila komputer yang terkena virus dan ingin mengubah sistem dari Windows XP, otomatis sistem akan merestart komputer dan mengagalkannya. Virus sendiri yang aktif di startup tidak langsung hilang, tetapi bisa dibersihkan lewat safe mode.

2. Deteksi hardware dan plug ins lebih cepat

Bila Windows XP SP2 mendeteksi hardware baru seperti flash disk yang baru dipasang pada komputer, dan ketika kita memasangnya kembali, kadang-kadang masih dideteksi kembali oleh SP2. Kalau di SP3 hal ini tidak terjadi. Hardware yang sudah pernah terpasang di komputer, cukup dideteksi sekali. Pada pemasangan berikutnya, SP3 sudah mengenalinya dengan baik, tanpa perlu adanya deteksi kembali dan tetek bengeknya. Selain itu prosesnya sendiri lebih cepat dibanding SP2.

3. Perbaikan pada Direct-X dan error lainnya

Bila komputer yang memiliki Direct-X versi lama, tidak bisa diupgrade ke Direct-X 9.0c atau yang rusak, maka SP3 akan otomatis meng-updatenya ketika di install. Direct-X dari SP3 ternyata lebih stabil dan mengenali extension baru dari video-video player, yang sebelumnya kadang-kadang error ketika filenya diliihat pada Windows Explorer.

Kami mendapat beberapa informasi yang berkaitan dengan error-error ketika membuka folder atau Windows Explorer, sistem aplikasi crash, dan lain sebagainya. Dan ternyata di SP3 hampir tidak kami jumpai sama sekali. Aplikasi browser (IE, FireFox dan Opera) yang keluar mendadak juga belum pernah dialami kami sejal menginstall SP3.

Fakta-fakta Seputar Windows XP SP3:

1. SP3 membetulkan sekitar 1174 bug dan update sekuriti
2. SP3 bisa di install ke komputer yang mengandung minimal SP1, jadi tidak perlu harus update SP2 dahulu sebelum meng-installnya
3. SP3 mengandung update juga untuk Windows XP Media Center Edition (MCE) and Windows XP Tablet PC Edition, and update sekuriti untuk .NET Framework version 1.0
4. SP3 juga mengupdate sekuriti untuk Windows Media Player 10
5. Untuk Windows XP retail dan versi OEM, SP3 tidak akan meminta serial no. ketika meng-installnya


System Requitments Untuk Windows XP :
- Pentium 233-megahertz (MHz) processor or faster (300 MHz is recommended)
- At least 64 megabytes (MB) of RAM (128 MB is recommended)
- At least 1.5 gigabytes (GB) of available space on the hard disk
- CD-ROM or DVD-ROM drive
- Keyboard and a Microsoft Mouse or some other compatible pointing device
- Video adapter and monitor with Super VGA (800 x 600) or higher resolution
- Sound card
- Speakers or headphones

Minimum Requitments Untuk Windows 7 (32bits) dan (64bits)

Untuk Windows 7 (32 bit) Minimum Requitments nya sebagai Berikut :
- 1GHz Or Faster Processor
- 1GB Of RAM
- 16GB Of avaliable Disk Space
- DirectX 9 Grapichs Device With Windows Display Driver Model 1.0 Or Higher Driver

Untuk Windows 7 (64 bit) Minimum Requitments nya Sebagai Berikut :
- 1GHz Of Faster Processor
- 2GB Of RAM
- 20GB Of avaliable Disc Space
- DirectX 9 Grapichs Device With Windows Display Driver Model 1.0 Or Higher Driver

itulah Minimum Requitments Untuk Windows 7 (32 bit) Dan (64 bit)